Latest News

Showing posts with label stasiun kereta. Show all posts
Showing posts with label stasiun kereta. Show all posts

Sunday, 27 January 2019

Berbagai jam penunjuk jadwal kereta api di stasiun Gambir, 1931

(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: 1931
Tempat: Stasiun kereta Koningsplein (sekarang Gambir), Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Lima jam yang menunjukkan waktu berbeda-beda, kemungkinan sebagai pemberitahuan jadwal kereta jurusan Meester Cornelis (Jatinegara), Buitenzorg (Bogor), Bandung, Cirebon, dan rute Jakarta sendiri.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Thursday, 13 December 2018

Warga lokal yang tidak bersahabat dengan para pejuang kemerdekaan 13: Para prajurit KNIL

1946/1947: Kesatuan KNIL di-reorganisir setelah pasukan Jepang pulang ke tanah airnya dan militer Belanda kembali datang ke Indonesia. Tampak serdadu KNIL berbaris dengan kelewangnya.
(klik untuk memperbesar | � Jan Stevens / spaarnestad)
14 November 1947: Van Mook menyematkan tanda kehormatan pada prajurit KNIL yang dianggap berjasa untuk Kerajaan Belanda
(klik untuk memperbesar | � gahetna)
Purwokerto, 9 Desember 1947: Tentara KNIL penuh percaya diri dengan senjata apinya
(klik untuk memperbesar | � J.C. Taillie / gahetna)
Indralaya, Februari 1948: Pasukan KNIL menyusuri sungai
(klik untuk memperbesar | � Bosman / gahetna)
Jawa Tengah, Maret 1948: Pasukan KNIL di sebuah stasiun kereta terakhir sebelum garis demarkasi
(klik untuk memperbesar | � J.C. Taillie / gahetna)
Oktober 1949: Pasukan infantri KNIL di Batusangkar
(klik untuk memperbesar | � gahetna)

Waktu: 1946, 1947, 1948, 1949
Tempat: Batusangkar, Indralaya, Jawa Tengah, Purwokerto
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Jan Stevens  / J.C. Taillie / Bosman
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Het Nationaal Archief
Catatan:

Friday, 7 December 2018

Mural mendukung kemerdekaan Indonesia (10): Mojokerto, 1947

Coretan di tembok yang menggambarkan seorang pejuang menebaskan samurai ke lelaki botak bercelana pendek yang tampaknya gambaran seorang tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Coretan yang tampaknya ada di loket stasiun kereta Mojokerto:
"We welcome any body who respects our freedom"
"Kita menghormati semoea orang jang menghormati kemerdekaan kita"
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: 18 Juli 1947
Tempat: Mojokerto
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Tags

Recent Post