Latest News

Showing posts with label kapal perang. Show all posts
Showing posts with label kapal perang. Show all posts

Tuesday, 9 April 2019

Kekalahan Angkatan Laut Belanda di Selat Gaspar, 1942

(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: 15 Februari 1942
Tempat: Selat Gaspar (antara Bangka dan Belitung)
Tokoh:
Peristiwa: Kedua foto di atas memperlihatkan serangan Jepang atas kapal-kapal Angkatan Laut Belanda di Selat Gaspar. Terlihat dua ledakan besar di foto pertama; dan di kedua foto kapal HNLMS De Ruyter tampak berasap setelah terkena gempuran tentara Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Wednesday, 2 January 2019

Beberapa foto dari masa perang kemerdekaan, 1948

Surabaya, 26 Januari 1948: Acara tabur bunga di pemakaman para tentara Belanda di Kembang Kuning
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Semarang, Maret 1948: Kapal angkut militer Belanda berlabuh
(klik untuk memperbesar | � J.C. Taillie / gahetna)
Cimahi, 1 September 1948: Berbagai senjata buatan Amerika, Belanda, Inggris, dan Jepang yang diperagakan di sekolah perwira infantri Belanda (SROI = School Reserve Officieren Infanterie)
(klik untuk memperbesar | � gahetna)
Pati: Komisi Tiga Negara memeriksa insiden di mana 4 anggota KNIL ditangkap TNI dan seorang di antaranya dikabarkan disiksa. Militer Belanda kemudian menahan 30 prajurit TNI, mungkin sebagai tindakan balasan. Kemudian dikabarkan bahwa penangkapan anggota KNIL tidak dilandasi motif politik atau militer, melainkan karena perselisihan pribadi.
(klik untuk memperbesar | � Henri Cartier-Bresson / gahetna)

Waktu: 1948
Tempat: Cimahi, Pati, Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Thursday, 13 December 2018

Pemberontakan kapal perang De Zeven Provinci�n, 1933 (2)

Kapal HNMLS De Zeven Provinci�n adalah sebuah kapal perang Belanda buatan tahun 1909. Di bulan November 1910 kapal ini berangkat dari Belanda menuju Hindia-Belanda, tempat dia nantinya bertugas, dan sampai dua bulan kemudian di Januari 1911.

Di bulan Februari 1933, ketika kapal ini berada di perairan barat laut Sumatera, para awak dan serdadu kapal mendapat kabar bahwa pemerintah Hindia-Belanda akan melakukan tindakan pemotongan upah dan gaji sebagai kebijakan menghadapi resesi ekonomi dunia saat ini. Hal ini memicu para awak kapal untuk melakukan pemberontakan. Kejadian ini mengagetkan masyarakat Belanda dan menggemparkan dunia politik Belanda, bahkan hingga beberapa bulan sesudahnya.

Selama enam hari, De Zeven Provinci�n berlayar menyusuri pantai Sumatera ke arah selatan, hinggak akhirnya pemerintah Belanda (bukan Hindia-Belanda) memberi lampu hijau kepada kesatuan KNIL Udara untuk membom pesawat yang membangkang ini. Dua puluh tiga awak tewas akibat serangan udara, sementara lambung pesawat rusak berat.

Pemberontakan berakhir. Para awak dan serdadu yang memberontak dibawa ke Pulau Onrust dan dipenjarakan. Salah satunya adalah awak asal Maluku, Pelupessy, yang kemudian, ketika Indonesia menyatakan merdeka, bergabung dengan Divisi Siliwangi di wilayah sekitar Tasikmalaya.

Pesawat amfibi dan kapal selam yang memburu De Zeven Provinci�n.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
De Zeven Provinci�n rusak setelah dijatuhi bom yang menewaskan 23 awak kapal.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal penjelajah Java (kiri) mendekati De Zeven Provinci�n (kanan) setelah kapal yang memberontak ini dibom.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal angkut Orion membawa para awak De Zeven Provinci�n ke Pulau Onrust untuk ditahan.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Waktu: Februari 1933
Tempat: perairan lepas pantai Sumatera (kecuali foto terakhir: perairan Pulau Onrust)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Tuesday, 11 December 2018

Pemberontakan kapal perang De Zeven Provinci�n, 1933 (1)

Kapal HNMLS De Zeven Provinci�n adalah sebuah kapal perang Belanda buatan tahun 1909. Di bulan November 1910 kapal ini berangkat dari Belanda menuju Hindia-Belanda, tempat dia nantinya bertugas, dan sampai dua bulan kemudian di Januari 1911.

Di bulan Februari 1933, ketika kapal ini berada di perairan barat laut Sumatera, para awak dan serdadu kapal mendapat kabar bahwa pemerintah Hindia-Belanda akan melakukan tindakan pemotongan upah dan gaji sebagai kebijakan menghadapi resesi ekonomi dunia saat ini. Hal ini memicu para awak kapal untuk melakukan pemberontakan. Kejadian ini mengagetkan masyarakat Belanda dan menggemparkan dunia politik Belanda, bahkan hingga beberapa bulan sesudahnya.

Selama enam hari, De Zeven Provinci�n berlayar menyusuri pantai Sumatera ke arah selatan, hinggak akhirnya pemerintah Belanda (bukan Hindia-Belanda) memberi lampu hijau kepada kesatuan KNIL Udara untuk membom pesawat yang membangkang ini. Dua puluh tiga awak tewas akibat serangan udara, sementara lambung pesawat rusak berat.

Pemberontakan berakhir. Para awak dan serdadu yang memberontak dibawa ke Pulau Onrust dan dipenjarakan. Salah satunya adalah awak asal Maluku, Pelupessy, yang kemudian, ketika Indonesia menyatakan merdeka, bergabung dengan Divisi Siliwangi di wilayah sekitar Tasikmalaya.


Kapal perang De Zeven Provinci�n (atas), dikawal sebuah kapal torpedo (bawah) dalam perjalanan kedua dari Belanda menuju Hindia-Belanda.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal penjelajah Java (kiri) dan Piet Hein (kanan) yang diperintahkan memburu De Zeven Provinci�n.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal selam dan pesawat amfibi yang memburu De Zeven Provinci�n.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal penyapu ranjau Gouden Leeuw (kanan) mebuntuti dan mengawasi De Zeven Provinci�n (kiri).
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kapal penjelajah Java (kanan) dan Piet Hein (kiri) mengepung De Zeven Provinci�n (tengah).
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Waktu: Februari 1933 (kecuali foto pertama, 1921)
Tempat: perairan lepas pantai Sumatera (kecuali foto pertama, perairan Den Helder, Belanda)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Tags

Recent Post