Latest News

Showing posts with label 1924. Show all posts
Showing posts with label 1924. Show all posts

Sunday, 13 January 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 5: Acara penghargaan untuk ketiga awak pesawat, 1924


PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Ketiga awak H-NACC duduk di panggung dalam acara sambutan dan penghargaan yang diadakan pemerintah Hindia-Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Ketiga awak berdiri di panggung menghadap para pembesar Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Tugu dengan model pesawat Fokker VII H-NACC yang didirikan di Medan sebagai tempat pertama di wilayah Hindia-Belenda yang didarati sebuah pesawat yang terbang dari Belanda
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: 1924 (dua foto atas), 1925 (foto bawah)
Tempat: Jakarta (dua foto atas), Medan (foto bawah)
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Friday, 11 January 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 4: Penyambutan di Cililitan, 1924


PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Gubernur Jenderal Dirk Fock (berkumis) hadir di acara penyambutan kedatangan H-NACC
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Para istri pembesar Belanda tak mau ketinggalan, hadir dengan pakaian meriah
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Ketiga awak pesawat, dengan pakaian rapi, dalam acara jamuan penyambutan
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: 24 November 1924
Tempat: Cililitan (Jakarta)
Tokoh: Dirk Fock (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1921-1926)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Thursday, 10 January 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 3: Memasuki wilayah udara Hindia-Belanda, 1924

PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Melintasi Selata Malaka menuju Medan, dengan dikawal pesawat amfibi milik KNIL Udara. Foto diambil dari H-NACC. Saat itu sudah ada pesawat-pesawat terbang di Hindia-Belanda, tapi masih diangkut dengan kapal dan dirakit di Indonesia, belum ada yang terbang langsung.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Di atas Teluk Betung, Palembang, sebelum mendarat untuk pemberhentian terakhir sebelum Jakarta
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Akhirnya di atas Pulau Jawa, dengan dikawal pesawat KNIL yang lain. Foto diambil dari H-NACC.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: November 1924
Tempat: Amsterdam, Plovdiv, Istambul
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Tuesday, 8 January 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 2: Perjalanan di Asia, 1924

PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Pemberhentian di Aleppo, Suriah
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Pengisian bahan bakar yang diantar oleh sapi di Allahabad, India
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Pemberhentian di Kalkuta, India
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Pemberhentian di Rangoon, sekarang Yangon, Myanmar
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Perawatan pesawat di Singgora atau Songkhla, Thailand; pemberhentian terkakhir sebelum memasuki wilayah udara Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: November 1924
Tempat: Aleppo (Suriah), Allahabad (India), Kalkuta (India), Rangoon (Myanmar), Singgora (Thailand)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Sunday, 6 January 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 1: Perjalanan di Eropa, 1924

PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Schiphol: Tiga awak H-NACC sebelum lepas landas, yaitu H. van Weeden Poelman,  A.N.J. van der Hoop, P.A. van den Broeke (dari kiri ke kanan). Ketika mereka nanti kembalinya ke Schiphol, rangkaian bunga yang mereka akan lebih besar, dan lebih banyak.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Kerusakan mesin di Plovdiv, Bulgaria, yang membuat pesawat harus menuggu sekitar satu bulan
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
H-NACC di Plovdiv dengan ditopang segala macam benda darurat. Tampak pula baling-baling pesawat sudah dicopot.
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)
Sambutan yang meriah di Istambul, ketika akhirnya pesawat bisa melanjutkan perjalanan dan mendarat selamat di Turki
(klik untuk memperbesar | � spaarnestad)

Waktu: Oktober 1924
Tempat: Amsterdam, Plovdiv, Istambul
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Tags

Recent Post